MEMAKNAI TRADISI HALAL BIHALAL

Ust. Zulkifli, S.Pd.I., M.Pd., C.PHT.

Dosen Agama Islam STITEK Bontang

 

Kata halal lawan dari haram, sedangkan dalam hukum Islam (Ilmu Fiqih), Halal adalah suatu perbuatan yang diperbolehkan, sedangkan haram adalah suatu tuntutan untuk ditinggalkan atau perbuatan yang dapat mendatangkan dosa dan murka Allah. Adapun dalam bahasa Arab, halal bihalal berasal dari kata “Halla atau Halala”, kata tersebut memiliki banyak arti yang sesuai dengan konteks kalimatnya, diantaranya: penyelesaian problem, meluruskan benang kusut, mencairkan yang beku, atau melepaskan ikatan yang membelenggu.

Selanjutnya makna halal bihalal jika ditinjau dari segi hukum ialah menjadikan sikap yang saling menghalalkan dan tidak berdosa lagi. Hal tersebut dapat diwujukan bila syarat terpenuhi, diantaranya menyesali perbuatan, meminta maaf dan jika berkaitan dengan barang maka dikembalikan kecuali telah diikhlaskan oleh pemiliknya.

Dalam perspektif Islam, halal bihalal bertujuan untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi. Halal bihalal dilihat dari sisi silaturahmi dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur, sebagaimana keterangan sebuah hadis dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi”.

Adapun dalam konteks tradisi masyarakat, halal bihalal merupakan tradisi yang dilakukan sesudah hari lebaran baik di kalangan instansi pemerintah, perusahaan dan lembaga pendidikan. Kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik dan tetap dipertahankan serta dilestarikan. Dengan demikian, kegiatan halal bihalal  adalah merupakan refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling berbagi kasih sayang. Berbeda halnya dengan masyarakat Arab, tradisi halal bihalal tidak dikenal.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka makna halal bihalal adalah suatu kegiatan saling bermaafan atas kesalahan dan kekhilafan melalui silaturahmi, sehingga salah satu manfaatnya dapat mengubah hubungan sesama manusia dari benci menjadi senang, dari sombong menjadi rendah hati dan dari berdosa menjadi termaafkan dari dosa/kesalahan.

Dalam kenyataannya, perjalanan hidup manusia selalu tidak bisa luput dari dosa. Dosa yang kerap dilakukan adalah kesalahan terhadap sesama manusia, seperti iri hati, dengki, enggan bertegur sapa sesama rekan kerja, saling menyimpan dendam. Maka halal bihalal merupakan kegiatan yang urgen untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok.