MENUMBUHKAN KRETIVITAS DIRI MAHASISWA DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Kreativitas seorang mahasiswa akan terlihat dan terukur saat berinteraksi baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Kreativitas mahasiswa merupakan salah satu sarana untuk mencapai kesuksesan belajar di perguruan tinggi. Berdasarkan hasil observasi penulis, maka ada beberapa indikator dan yang harus diperhatikan oleh mahasiswa agar dapat menumbuhkan kreativitas diri, diantaranya:

  1. Mahasiswa harus dapat menggali kreativitas dirinya melalui proses membaca dan menganalisis sejumlah pandangan atau teori. Mahasiswa yang enggan atau malas membaca akan terlihat sikap dan kemampuannya dalam menyampaikan argumentasi saat berdiskusi di kelas.
  2. Mahasiswa harus membiasakan diri untuk berpikir dan bersikap ilmiah. Dunia akademisi, mahasiswa dituntut berpikir ilmiah. Proses Berfikir ilmiah harus berdasarkan ukuran kebenaran, logis, sistematis dan berdasarkan pada pengetahuan, sedangkan berfikir non-ilmiah yaitu berdasarkan pada intuisi (bisikan hati atau perasaan) yang memiliki kecenderungan pada keyakinan diri semata. Ciri-ciri mahasiswa yang memiliki analisis yang rendah, terkadang tugas yang telah disampaikan oleh dosen telah tercantum secara jelas, namun masih belum paham bahkan kerap keliru apa yang telah disampaikan oleh dosen.
  3. Mahasiswa harus memahami etika berkomunikasi. Banyak diantara mahasiswa yang belum dapat memosisikan dirinya sebagai seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa harus dapat menunjukkan sikap kedewasaannya, khususnya ketika mengirim pesan melalui via WhatsApp dengan dosen.
  4. Mahasiswa harus memiliki sikap responsif (cepat tanggap). Di masa pandemi Covid -19 ini, semua aktivitas kampus atau kegiatan akademik telah dilaksanakan di rumah atau WFH (Work From Home), sehingga intensitas penggunaan media sosial cukup tinggi. Namun hal ini kerap diabaikan oleh mahasiswa. Sejumlah dosen mengeluhkan atas sikap mahasiswa yang acap kali mengabaikan informasi atau tidak respons, akibatnya sering kali kehilangan informasi dan kerap mendapat teguran dari dosen.
  5. Mahasiswa harus dapat memanfaatkan waktu. Tidak sedikit mahasiswa yang gagal disebabkan ketidakmampuannya dalam mengatur waktunya, khususnya bagi mahasiswa yang telah bekerja. Cara terbaik dalam menyikapinya, ialah jangan pernah menunda-nunda waktu. Sebagaimana ungkapan (Qs. al-Insyirah: 7). “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. Ayat tersebut telah mamacu kita agar selalu menjadi insan yang produktif.

Sejumlah indikator yang telah disebutkan di atas, khususnya di masa Pandemi ini, mahasiswa memiliki peluang yang amat besar dalam mengoptimalkan kreativitas dan keahlian yang dimiliki sesuai bidang ilmu yang ditekuninya.

Penulis : 

ZULKIFLI, S.Pd.I., M.Pd. ( Act. Kepala Unit Jaminan Mutu STITEK Bontang )