STITEK Bontang Mendukung Literasi Digital bagi Kaum Muda Kota Bontang

Wakil ketua 2 Sekolah Tinggi Teknologi Bontang, Bp. Herri Susanto, S. S., M. Hum. diundang oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang dalam kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu 15 Februari s/d kamis 16 Februari 2023 di Balai Penyuluh KB Kecamatan Bontang Utara. Acara Pelatihan tersebut juga mengundang dari beberapa instansi dan STITEK diminta untuk mengisi materi mengenai pentingnya literasi digital bagi remaja pada hari Rabu. Acara ini ditujukan untuk PIK R (Pusat Informasi dan Konseling remaja) dari tingkat SMP hingga Perguruan tinggi sekota Bontang.

Dalam penyampaian materi, Bp. Herri menekankan terkait peranan literasi digital bagi remaja. Remaja sekarang harus melek teknologi karena mereka tergolong dalam generasi Z dimana hampir keseharian mereka tidak lepas dari internet. Ciri dari generasi Z antara lain: selalu update, multitasking, ambisius, ingin diakui, serta kemampuan berselancar di duna digital yang tinggi. Namun pada prakteknya mereka harus mawas diri dan waspada dalam berselancar di dunia maya karena banyak dampak negatif jika tidak bijak dalam menggunakan internet.

Saat ditemui di ruang kerja beliau di kampus utama Sekolah Tinggi Teknologi Bontang, pak Herri menyampaikan: “ada beberapa dampak negatif yang harus diwaspadai oleh remaja generasi Z diantanranya cyber bullying/ pembullian di dunia maya; berita-berita hoax, dan pornografi. Karena jika mereka tidak bijak dalam berselancar di dunia maya akan dapat menjerumuskan mereka ke hal-hal yang tidak baik.”

Beliau juga menyampaikan mengenai kiat-kiat yang bisa dilakukan dalam literasi digital yakni menerapkan 4 kiat bijak dalam berinternet. Pertama remaja harus memiliki sikap berfikir kritis, kedua harus memiliki digital culture yang baik, ketiga memiliki skill dalam keamanan dunia maya/ online safety skill, dan keempat menerapkan kode etik berselancar di dunia maya.

Beliau menambahkan, “Jika remaja mampu menjaga diri dan bijak dalam dunia maya, maka aspek positif yang akan didapat, namun sebaliknya jika tidak mampu mengontrol diri mereka bisa terjerumus ke hal negatif, sehingga benar-benar harus bijak dam berinternet.”(Zu)

redaksi Zu, Humas STITEK Bontang